Friday, October 13, 2017

CERAMAH AGAMA DI DINKES

Lhokseumawe, 13 October 2017, Jumat, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, setiap hari Jum'at mengadakan ceramah agama dan diskusi yang di isi oleh Ustad Nazli Hasan, Lc. Dinas Kesehatan melalui Kepala Dinas Bapak dr. Sayed Alam Zulfikar dan sekretaris Bapak M. Amin, SE, tidak henti-hentinya mengajak pegawai baik PNS dan NON PNS untuk selalu bekerja dengan baik dan berdisiplin, juga tidak lupa menambah ilmu agama dengan memberikan izin atau mencarikan penceramah Kajian Agama Islam, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan wawasan seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe sehingga di harapkan seluruh pegawai Dinas Kesehatan memperoleh Bekal Ilmu Agama Islam, walaupun saat bekerja biar keseimbangan antara Dunia dan Akhirat tetap terjaga, sehingga dapat di aplikasi dalam pekerjaan sehari-hari dan terhindar dari Dosa-dosa Besar.


Pada hari Jumat Kali ini Ustad Nazli, menjelas kan secara rinci bagaimana sebenar benar Taubat, taubat adalah salah satu cara umat Islam untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan tidak mengulangi pada masa depan, dalam pelaksanaan taubat tidak semata-mata hanya perkataan saja namun harus di laksakan dengan sungguh sunguh tanpa paksaan atau intimidasi, ada beberapa syarat di terima Taubat (kembali dari maksiat menuju ketaatan) oleh Allah SWT sebagai berikut :
  1. Taubat harus Ihklas kepada Allah, taubatan nasuha adalah taubat yang Iklas kepada Allah SWT, bukan karena paksaan atau iming iming, contoh ada orang yang mau menikah di syaratkan oleh istri abang harus shalat, karena ingin menikah maka si pria shalat  namun setelah bertaubat tiba-tiba tidak jadi menikah, kemudian sang pria tadi kembali lagi shalat tidak tepat waktu, cara seperti ini tidak bisa dikatakan taubat, karena ada syarat atau dorongan dari orang lain. ada rasa takut kepada Allah SWT, taubat itu tidak selalu harus dari usia muda, sahabat Rasulullah dulunya taubat pada umur 40 tahun, ada sahabat nabi Abu Zar, seorang penjegal, yang sangat ditakuti, namun ketika berumur 40 tahun abuzar bertaubat dengan iklas, Allah lansung menerima taubatnya. 
  2. Ada perasaan menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukannya, contoh atau seorang yang penzina sekarang sudah taubat tidak lagi ke Medan atau ke hotel2, duduk di warung kopi sama teman2 nya, dia cerita dulu saya sudah 100 wanita pernah saya anukan, nampak dia sudah bertaubat namun begitu dia bangga dengan kemaksiatan masa lalunya gagal lah taubatnya, berarti penyesalan akan maksiat masa lalu harus benar2 di lakukan.
  3. Berhenti dari dosa, jangan gara2 sedikit yang selama ini shalat tidak pernah tinggal karena gara2 ada acara walimah karena wanita sudah di rias maka satu keluarga mengatakan kasian riasan di wajah harganya mahal, sehingga pas datang waktu shalat, maka shalatnya di tinggalkan, padahal dulu sudah pernah berjanji tidak mengulanginya lagi meninggalkan shalat akhirnya gugur lah taubat padanya, Bertekat bulat lah untuk tidak mengulanginya dengan sungguh-sungguh sehingga Taubatan di terima Allah SWT. sekali saja melakukan maksiat yang sama maka tidak bisa dikatakan dengan taubat
  4. Berjanji tidak melakukan sampai tua, tidak akan melakukan nya lagi, contoh bila orang telah aji, umrah berulang kali, shalat nya rajin, namun ada dosa besar yang tidak di tinggalkan yaitu RIBA, satu dirham saja makan riba, maka dosa nya lebih besar sama dengan 76 x berzina, dalam hadis lain 73 pintu, dan ada juga dalam hadist lain dosa Riba seperti berzina dengan ibu kandung nya sendiri, ini artinya kita hanya taubat dari satu dosa tapi tidak taubat dari dosa yang lain, namun bagaimana bila kita masih ambil uang bank namun kita mau taubat dari utang kredit di bank apa bila sudah habis maka bertekat lah untuk tidak mengambilnya lagi maka bertaubatlah, dan apabila setelah selesai kredit bank dan sambung lagi, maka taubatnya akan sia-sia, 
  5. Taubat di terima kalau di lakukan pada waktu di terima taubat yaitu sebelum datang sakratul maut, sebelum naiknya matahari di sebelah barat. ada peneliti dari rusia bumi kita berputar lama2 berpindah ke sebelah barat. menurut Hadist 3 hari setelah malam tidak ada matahari muncul 3 hari gelap hari keempat keluar lah matahari dari sebelah barat disaat matari naek seleah 1 - 2 jam sudah diatas kepala, kemudian tenggelam lagi, dan terbit lagi dari sebelah timur, banyak orang yang tau inilah tanda-tanda tidak diterima lagi taubat, manusia sudah seperti hewan, tidak ada lagi catatan amal, atau catatan maksiat. 
  6. Kalau berhubungan dengan manusia maka selesaikan lah, contoh Utang bayar lah utang dahulu baru lah bertaubat, kalau dengan manusia Allah tidak akan maafkan kecuali manusia itu sendiri meminta maaf kepada yang utangkan.

Banyak sekali saya lihat di rumah sakit tidak ada pasien yang sakit untuk mendirikan shalat, ini menjadi perhatian kita semua, seharusnya dokter dan perawat harus memberikan arahan untuk pasien agar melaksanakan shalat, shalat adalah wajib tidak bisa kita tinggal kan dalam keadaan apapun walaupun kita sakit, ada tatacara nya pelaksanaan shalat dalam keadaan sakit, jangan lah melakukan perbuat perbuatan sia-sia padahal ini adalah pahala MLM turun temurun apabila pasien yang sakit mau melaksanakan shalat dan bertaubat maka pahala nya akan terus mengalir kepada perawat atau dokter yang menganjurkan shalat kepada pasiennya. Ini harus menjadi catatan untuk Dinas Kesehatan agar di sampaikan ke seluruh rumah sakit agar membuat suatu promosi di kamar-kamar rawatan untuk shalat lah tepat waktu, karena kesembuhan bukan karena obat namun karena kehendak Allah, 

Dan juga kepada pegawai pegawai yang tidak menjalankan tugas seperti yang telah di atur dalam Perwal, datang cuma hanya Absensi saja setelah absensi pulang kerumah, maka gaji yang di terimanya sebagian haram, jangan lah kita sia-siakan hidup dan bekerja dalam keadaan haram, tubuh kita anak kita jangan lah kita aliri dengan yang haram. Kasian anak dan cucu kita mereka terlahir tidak berdosa namun setelah lahir bergelimang dengan dosa karena kita tidak menghiraukan cara bagaimana mendapatkan rejeki yang halal, ini menjadi tanggung jawab atasan untuk selalu mengingatkan bawahan biar kita terhindar dari dosa dosa kecil yang lama kelamaan menjadi besar bila kita tidak menjaganya. Demikianlah uraian singkat tetang bagaimana kita Taubat dan mejauhi Dosa Besar. 

Demikian lah ringkasan isi tausiah pagi jumat di Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, semoga tausiah agama ini menjadi perhatian bagi kita semua sehingga kita memahami bagaimana tatacara taubat dan menghindari dosa. lebih dan kurang kami mohon maaf apabila ada yang kurang dan salah, terima kasih kepada seluruh staf dinas kesehatan yang telah hadir, dan mohon di infokan kepada kawan2 yang tidak hadir. Penceramah ustad Nazli Hasan, Lc, Admin



0 komentar:

Post a Comment

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com