Tuesday, November 03, 2009

Kegiatan Pengobatan MAssal dalam Rangka HKN ke 45 di Paloh Punti



LHOKSEUMAWE - Safiatun Naja (6), bocah asal Desa Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dilaporkan menderita kelainan pada katub jantungnya. Sementara itu lima balita lainnya yang juga dari desa itu mengalami gizi buruk. Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Muara Satu, dr Fakhrul Rizal, kepada Serambi, di sela-sela pengobatan massal di desa setempat, Selasa (3/11). Pengobatan itu merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan jajaran Dinas Kesehatan Lhokseumawe dalam rangka peringatan Ke-45 Hari Kesehatan Nasional (HKN).



“Kami sudah berkonsultasi dengan dinas. Kemungkinan anak itu nanti akan dirujuk ke dokter spesialis. Karena ini penting sekali untuk kesembuhan anak itu,” kata Fakhrul. Menurutnya, kondisi Safiatun Naja sangat mengkhawatirkan. Anak itu sangat mudah lelah dan lemas. Hanya sedikit bergerak dia langsung terlihat seperti orang sakit dan beberapa bagian tubuhnya, terutama wajah, tampak membiru.

Selain Saifuatun Naja, sambung Fakhrul, ada lima balita lainnya di desa itu yang mengalami gizi buruk. Sesuai catatan pihaknya, kelima anak itu adalah Ramadani (4), Agustina (2,5), Sara Yulis (5), Muammar Kadafi (3), dan Muniratul Jannah yang masih berusia 11 bulan. Terkait pemilihan lokasi pengobatan massal, Fakhrul mengatakan, Paloh Punti adalah satu dari 11 desa di Kecamatan Muara Satu yang tergolong rentan terhadap berbagai penyakit. Walaupun penyakit itu juga menyerang warga di desa lainnya, tapi angka penderita di Paloh Punti masih tinggi. “Kami akan rutin turun ke desa-desa untuk mendata setiap penyakit yang ada. Bukan hanya pengobatan massal tapi juga melalui penyuluhan, karena pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Lhokseumawe, dr Ratna Zahara, secara terpisah mengatakan, selain pengobatan massal, pihaknya juga menggelar aneka kegiatan lainnya dalam rangka HKN Ke-45. Seperti kegiatan olahraga dan kegiatan lain yang menyentuh kepentingan masyarakat. “Acara puncak akan digelar 12 November mendatang. Setelah apel, dilakukan pemberian penghargaan kepada posyandu dan puskesmas terbaik serta dokter teladan. Acara itu ditutup dengan donor darah,” katanya.(saf)

Source : http://serambinews.com/news/seorang-bocah-derita-kelainan-jantung

0 komentar:

Post a Comment

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com