Friday, March 21, 2008

GIZI

Oleh Lama Chami, Ahli Gizi, Nova Hippy, Blood project officer, Australian Red Cross dan Health Messenger.

DIET YANG BAIK ADALAHdiet yang bergizi macronutrienst dan micronutriens yang dibutuhkan oleh metabolisme, energi, fungsi organ, utilisasi makanan dan pertumbuhan sel. Manusia sehat dan produktif memerlukan gizi dalam jumlah minimum, yang disebut dengan kebutuhan gizi.

Ada enam tingkatan gizi yang penting : Karbohidrat, Protein, Lipids (lemak), Mineral, Vitamin dan Air. Karbohidrat, protein, lipid dan air ada pada tingkat macronutrients karena sebagai penghasil penghasil energi dan dalam kebutuhan sehari-harinya sangat dibutuhkan dalam jumlah banyak. Mineral dan vitamin ada pada tingkat micronutrients. Bukan berarti tidak penting untuk kesehatan, namun kita hanya memerlukannya dalam jumlah yang sedikit dibandingkan macronutrients, dimana perannya adalah melepas energi, Vitamin adalah zat organik yang ditemukan dalam makanan kita sehari-hari dari tumbuhan dan binatang. Ada dua tipe yang bisa digolongkan sebagai yang larut oleh air (tidak bisa disimpan dalam tubuh) dan larut oleh lemak (dapat disimpan dalam tubuh. Beberapa vitamin dapat di buat oleh tubuh seperti vitamin K dan B (niacin). Seperti halnya gizi dapat memelihara kehidupan, anti gizi lain yang dapat menghambat gizi baik diserap oleh tubuh dan digunakan oleh tubuh, contohnya seperti alkohol, rokok, kimia buatan manusia dan pestisida.

Kekurangan micronutrients adalah pertanda penting dan gizi buruk. Kekurangan yang paling umum di Indonesia adalah kekurangan vitamin A, zat besi dan yodium yang mana dapat menyebabkan penyakit-penyakit seperti kebutaan, anemia atau gondok.

VITAMIN A
Hari ini 127 juta anak pra sekolah dan 7 juta wanita hamil mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun, antara 250.000 dan 500.000 anak di seluruh dunia menjadi buta karena kekurangan vitamin A dalam diet mereka. 70% dari anak-anak tersebut meninggal setelah satu tahun mengalami kebutaan. Diperkirakan provisi dari asupan vitamin A yang sesuai dapat mengurangi angka kematian anak secara keseluruhan menjadi 23 - 34 %. (Sumber Helen Keller International, www.hki.org)

Disarankan asupan perhari adalah 0,7mg untuk laki-laki dan 0,6mg untuk perempuan. Karena ini bersifat larut oleh lemak maka kita tidak perlu memakannya setiap hari: ini bisa disimpan dalam tubuh.

Vitamin A memiliki dua bentuk: Retinol ditemukan pada makanan seperti susu, margarine, hati dan telur dan Beta-carotene (yang mana dapat merubah menjadi vitamin A dalam tubuh manusia berdasarkan kebutuhan) yang mana memberikan warna kuning dan orange kepada buah dan sayuran dan dapat di temukan pada wortel, ubi, mengga dan sayuran dedaunan hijau seperti bayam dan brokoli.

Vitamin A membantu sistem kekebalan tubuh dan karena sifat antioksidantnya, membantu melindungi kita dari polusi dan kanker. Umumnya, dapat meningkatkan penglihatan, perasa dan pencernaan dan sistem urine. Ini juga membutuhkan pengembangan dan perawatan dari sel epithelial cells di dalam membrane mucus dan kulit, dan sangat penting dalam pembentukan formasi tulang, gigi dan kulit yang sehat.

Tanda-tanda dan Gejala-gejala dari kekurangan vitamin A
Kekurangan vitamin A bisa mengakibatkan pandangan berkurang di malam hari, pertumbuhan lambat, jerawat, kulit kering, sering flu dan gangguan pernafasan. Anak-anak sangat mudah terkena kekurangan seperti ini dan beresiko buta. Kekurangan ini mengakibatkan resiko dan lamanya infeksi dan kemungkinan kematian anak-anak akibat campak.

Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja-kesulitan melihat dengan pencahayaan rendah. Anak dengan pertanda seperti ini mungkin akan takut cahaya lilin. Bila kekurangan ini memburuk, anak akan memiliki kerutan, berbusa atau bintik coklat di bagian putih matanya (bintik-bintik bitot). Nantinya, mereka dapat terkena ulcer cornea (bagian coklat dari mata) pada posisi ini sangat mudah menjadi buta. Diperlukannya pemeriksaan dan identifikasi yang hati-hati.

Mencegah Kekurangan Vitamin A
Banyak makan makanan mengandung vitamin A dan pastikan memberi makan anak.
Berikan kapsul vitamin A setiap 6 bulan
Berikan ASI pada Anak.

ZAT BESI
Zat besi (Fe)adalah mineral yang ditemukan pada sedikit jenis makanan dan diperlukan untuk kehidupan; zat besi memainkan peranan penting dalam membentuk hemoglobin untuk sel darah merah dalam sumsum tulang dan di dalam reaksi metabolis lainnya. Juga diperlukan untuk darah yang sehat transport oksigen kepada sel-sel, yang mana membutuhkan oksigen untuk tetap hidup, dapat juga digunakan untuk menggantikan sel darah yang terpakai atau hilang dan membuat jaringan baru.

Menurut WHO, lebih dari 2 juta orang mengidap anemia. Di indonesia, 50% dari penduduk menderita anemia. Dari Survey Kesehatan Nasional pada tahun 2004 di Indonsia, 39% dan balita dan 24% anak berusia lima sampai sebelas tahun menderita anemia.

Laki-laki dan wanita menopause membutuhkan 8,7mg zat besi perhari dan wanita 14.8 mg per hari. Wanita hamil harus meningkatkan asupannya menjadi 27 mg per hari. Remaja membutuhkan lebih, sampai dengan 2-3 mg perhari. Kelebihan zat besi disimpan pada hati. Dan dapat hilang bersamaan dengan urine, faeces, sel kulit mati dan kehilangan darah. Laki-laki membutuhkan 1mg dari dietnya setiap hari untuk menggantikan kehilangannya sementara wanita membutuhkan sekitar 25mg setiap hari, karena kehilangan pada siklus menstruasi.

Tanda-tanda dan Gejala-gejala Anemia akibat kekurangan zat besi
Bila terjadi kekurangan zat besi, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin dalam jumlah yang cukup yang mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah, yang kita ketahui sebagai kekurangan zat besi atau anemia. Ini adalah kekurangan gizi yang sangat umum di dunia. Kekurangan zat besi sangat sering terjadi di masa kehamilan karena bila janin membutuhkan zat besi dia akan mengambilnya dari sang ibu. Anemia dapat disebabkan oleh diet dengan sedikit zat besi, kurangnya asupan zat besi, pendarahan melalui intestine atau ginjal atau di saat menstruasi. Anak pra sekolah dan ibu hamil dan menyusui adalah yang mudah terkena dikarenakan kebutuhan zat besinya tertinggi. Gejala-gejala anemia termasuk sesak nafas, kelelahan, pusing, selalu merasa dingin (walaupun saat itu orang sekitar anda nyaman), denyut nadi yang cepat, lemah, berdebar dan sakit kepala.

Menghindari anemia kekurangan zat besi
Sumber yang baik untuk zat besi termasuk : hati, daging, kacang-kacangan, kacang, buah yang dikeringkan, padi-padian (seperti beras merah), sereal sarapan pagi yang difortifikasi, dan kebanyakan sayuran dedaunan hijau seperti bayam, kalian, brokoli dan sayuran musiman setempat. Ide yang sangat baik untuk memakan makanan yang memiliki vitamin C pada saat bersamaan untuk membantu peresapan zat besi. Sumber yang baik untuk vitamin C termasuk cabai, Jus buah, ubi, jeruk dan buah kiwi. Beberapa gabungan dapat mengurangi jumlah asupan zat besi seperti polyphenols dalam teh dan kopi dan harus di hindari.

PERLU DI KETAHUI :
Untuk menjadi Pendonor darah dan menyelamatkan nyawa orang lain, seseorang harus pada keadaan sehat dan harus mempunyai tingkat haemoglobin (Hb) yang baik. Menurut Unit Tranfusi Darah NAD, lebih dari 50% dari pendonor wanita (dan kira-kirang 10% dari laki-laki) ditolak karena anemia atau memiliki tinkat Hb rendah.

Source : Health Messenger 08

0 komentar:

Post a Comment

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com